![]() |
Dampak Perubahan Iklim |
Dampak
perubahan iklim yang kini jadi perdebatan dalam merespon Protokol Kyoto di
sejumlah meja diplomasi, untuk mengurangi emisi gas karbon di seluruh dunia,
merupakan ancaman serius bagi kelangsungan kehidupan manusia. Perubahan iklim
dan bencana alam dalam berbagai akibat yang ditimbulkannya merupakan ancaman
serius.
Perubahan
iklim dan bencana alam, seperti gempa
dan badai yang sering melanda kawasan Asia,
memiliki dampak serius yang bisa mengganggu jalannya negara menuju ke arah
destabilisasi politik, ekonomi, dan keuangan. Dampak luas perubahan iklim dan bencana
alam akan menjadi faktor yang menyebabkan bencana kemanusiaan seperti yang
terjadi pada tsunami di Aceh di pengujung tahun 2004, yang memberi kontribusi
terhadap kekerasan politik sekaligus memperlemah pemerintahan yang berkuasa.
Degradasi hutan hujan tropis di
Kongo,Amazon,dan Indonesia,misalnya,
sedang melaju dengan kecepatan tinggi menuju kondisi kehancuran total.
Dampaknya bisa fatal terkait ketersediaan air dan pangan.Akibat pemanasan
bumi,sekitar 200 juta manusia bakal menjadi pengungsi yang disebabkan banjir
dan kekeringan. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan sebagai dampak perubahan
iklim disinyalir bakal melebihi kerugian yang diderita akibat Perang Dunia I
dan II plus krisis ekonomi dunia pada 1930.
Dampak perubahan
iklim terhadap ekosistem laut di antaranya adalah meningkatnya tinggi permukaan air laut, suhu
air laut naik, bertambahnya frekuensi badai serta perubahan pola musim dan
cuaca ekstrem yang mengakibatkan tenggelamnya pulau-pulau kecil. Di Indonesia,
sudah ada 24 pulau hilang, dari 17.504 pulau menjadi 17.480.
Ada
634 juta orang di dunia tinggal di wilayah pantai dan 75 persen di antaranya
berada di Asia yang bermukim di daerah dengan
elevasi rendah. Tanpa mekanisme kerja sama regional melalui pembentukan kerja
sama penelitian, mitigasi bencana, ataupun operasi pemulihan bersama, bisa
dipastikan dampak perubahan iklim dan bencana alam paling buruk akan menjadi
mimpi buruk faktor destabilisasi yang mengancam negara mana saja.
No comments:
Post a Comment