![]() |
Penginderaan Jauh (Inderaja) |
Penelitian
tentang daerah potensi penangkapan ikan dan mengembangkan metode pengolahan dan
analisis data untuk menghasilkan informasi zona potensi penangkapan harian. Untuk melakukan sosialisasi dan penerapan informasi zona
potensi penangkapan ikan harian di berbagai daerah lainnya, perlu dilaksanakan
kegiatan secara cermat dan efektif dengan upaya yang cukup berat dan dana yang
cukup besar. Terdapat beberapa jenis satelit yang mampu melakukan observasi
penginderaan jauh (inderaja) terhadap fenomena yang terjadi di permukaan bumi termasuk di permukaan laut.
Saat ini terdapat 3 satelit yang banyak digunakan untuk keperluan identifikasi dan
pemantauan fenomena oseanografi yaitu :
· Satelit NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) milik Amerika.
· Satelit Sea Star yang membawa sensor SeaWIFs
menghasilkan data konsentrasi khlorofil yang
berkaitan erat dengan konsentrasi
plankton.
· Satelit Feng Yun yang membawa sensor untuk
mendeteksi suhu permukaan laut dan konsentrasi
khlorofil di laut.
Dengan
menggunakan data dari satelit-satelit tersebut dapat dilakukan pemetaan suhu
permukaan laut (SPL) dan kandungan khlorofil secara nerreal-time. Dari peta
sebaran SPL dan khlorofil tersebut dapat diperoleh informasi tentang fenomena
oseanografi khususnya thermal front dan upwelling yang merupakan indikator
daerah potensi penangkapan ikan.
Penggunaan
teknologi penginderaan jauh (Inderaja) khususnya satelit dipadu dengan data
cuaca, data oseanografi khususnya kesuburan perairan dan tingkah laku ikan,
didukung dengan metode pengolahan dan analisis yang teruji akurasinya,
merupakan salah satu alternatif yang sangat tepat dalam mempercepat penyediaan informasi
zona potensi ikan harian untuk keperluan peningkatan hasil tangkapan ikan.
Identifikasi daerah potensi penangkapan ikan menggunakan teknologi penginderaan
jauh merupakan cara identifikasi tidak langsung. Dari data penginderaan jauh
dilakukan identifikasi parameter-parameter oseanografi yang berkaitan erat
dengan habitat ikan atau daerah yang diduga potensial sebagai tempat
berkumpulnya ikan, seperti daerah terjadinya termal front atau upwelling.
Parameter lain yang sekarang dapat dideteksi dengan menggunakan teknologi
satelit penginderaan jauh adalah kesuburan perairan yang sangat erat
hubungannya dengan daerah potensi berkumpulnya ikan.
Zona potensi ikan ditentukan dengan kombinasi
data/peta sebaran suhu permukaan laut, kandungan klorofil, pola arus laut,
cuaca, serta karakter toleransi biologis ikan terhadap suhu air. Dari hasil
pengamatan secara multitemporal dapat diketahui bahwa sebaran suhu permukaan
laut di wilayah perairan laut Indonesia
berubah dengan cepat. Dengan demikian pengamatan terhadap berbagai parameter
oseanografi yang berkaitan erat dengan lingkungan hidup ikan juga harus
dilakukan dengan frekuensi pengamatan yang cukup tinggi, minimal 4 kali dalam
sehari. Sebagai contoh, saat ini terdapat 3 seri satelit NOAA yang sedang
mengorbit di antariksa sehingga dalam sehari dapat diperoleh data suatu wilayah
sebanyak 12 kali/hari atau 12 lintasan.
Jenis ikan yang
dapat dideteksi satelit penginderaan jauh (inderaja), yaitu ikan pelagis. Ikan pelagis berdasarkan ukurannya dapat
dibagi menjadi dua bagian, yaitu ikan pelagis besar, misalnya jenis ikan tuna,
cakalang, tongkol, dan lain-lain, serta ikan pelagis kecil, misalnya ikan
layang, teri, kembung, dan lain-lain.
No comments:
Post a Comment